Portfolio Desain

Portfolio Motret

Portfolio Desain

Portfolio Logo

Portfolio Motret

Article

Our Client

Komentar Terakhir

Pastikan Resolusi Gambar sebelum dicetak

contoh gambar pecah alias bergerigi

Pernahkah Anda mengalami hasil print Anda yang berbentuk Gambar pecah alias terlihat bergerigi disisinya? Tentunya anda mengharapkan hasil print yang lebih baik kualitasnya? Jika YA maka bisa jadi penyebabnya adalah RESOLUSI GAMBAR YANG RENDAH. Untuk setiap kebutuhan Print misalnya percetakan di offset, print rumahan, print digital masing-masing punya standar minimal DPI (Dot Per Inch) atau PPI (Pixel Per Inch) untuk menghasilkan gambar bagus – pembahasan istilah DPI/PPI akan dibahas pada tulisan yang lain. Persoalannya karena kita biasa tertipu oleh tampilan di layar yang tidak mengindikasikan gambar pecah sehingga kita langsung mengeprint kerjaan kita dan baru ketahuan hasilnya setelah cetakan keluar. Sebagai gambaran untuk kebutuhan offset minimal resolusi harus diset ke angka 300 dpi. Untuk cetakan digital resolusi 72 Dpi pun oke asal ukuran file cukup
besar. Untuk print rumahan boleh gunakan resolusi 150dpi s/d 300dpi dalam ukuran sebenarnya – semakin besar tentu semakin baik tapi perhitungkan juga besarnya filenya jangan-jangan nanti tidak bisa disave karna media penyimpanan data anda penuh hehehe bercanda. Oke lanjut, untuk program-program atau software yang khusus untuk mendesain biasanya akan lebih mudah mengubah resolusi gambar karna fasilitasnya sudah disediakan. Masalahnya bagaimana dengan mereka yang menggunakan program-program non grafis seperti kelompok MS Office dsb. Sayangnya hingga saat ini kamipun belum banyak tahu apakah di program-program tersebut tersedia fasilitas ubtuk mengubah resolusi. Untuk hal ini boleh dicoba-coba mencari sendiri dengan – misalnya melakukan klik kanan – dan mencari pada menu yang ada (biasanya berbunyi edit picture dsb). Atau cara lain cari tahu dulu berapa resolusi gambar tersebut jika ternyata sudah melampaui resolusi minimal yang dipersyaratkan ya sudah biarkan saja. Tapi harap dicatat bahwa pembesaran ukuran gambar di komputer akan mengakibatkan semakin mengecilnya resolusi gambar tersebut. Jadi yang terpenting adalah mengecek resolusi pada tahap dimana sudah siap cetak. Moga bermanfaat SEE U

Sumber : www.imagistudio.com

TAGS : berapa resolusi gambar untuk digital print, resolusi gambar yang baik, resolusi gambar itu apa sih, pengertian resolusi gambar,  

Perhitungan Pajak Reklame di kota Makassar

Tulisan ini sengaja kami turunkan mengingat banyaknya pertanyaan dan kurangnya informasi di Internet yang kita dapatkan seputar berapa pajak reklame di Kota Makassar khususnya.

Pajak Baliho insidentil (non permanen) Ukuran 4×6 M (Non rokok & alkohol) Perhari Rp.162.500 + Retribusi per hari Rp.16.800 = Total Rp. 179.300

Pajak Baliho insidentil (non permanen) Ukuran 3×4 M (Non rokok & alkohol) Perhari Rp.87.500 + Retribusi per hari Rp.8.400 = Total Rp. 95.900

Pajak Banner / Spanduk / Umbul-umbul (non rokok dan alkohol) per Hari :
Ukuran 1×4 M Rp.10.500 + Retribusi per hari Rp.1.200 = Total Rp. 11.700
Ukuran 1×5 M Rp.11.250 + Retribusi per hari Rp.1.500 = Total Rp. 12.750
Ukuran 1×6 M Rp.12.000 + Retribusi per hari Rp.1.800 = Total Rp. 13.800

Pajak Papan Toko/Kantor Menempel (Max. 5 M) Per Tahun
Ukuran 1×2 M Rp. 935.000
Ukuran 1×3 M Rp. 1.110.000
Ukuran 1×4 M Rp. 1.285.000
Ukuran 1×6 M Rp. 2.325.000
Ukuran 2×4 M Rp. 2.775.000

Pajak Per Tahun Reklame berjalan (Branding) seukuran mobil Avanza Full Rp. 381.250 + retribusi 365.000 Total about Rp. 750.000

Pajak Billboard/Neonbox/Papan Reklame Bertiang Per Tahun
Ukuran 1×2 M  : Pajak 1.335.000  + Retribusi 839.500 + Titik 3.500.000
Ukuran 1×4 M  : Pajak 2.085.000  + Retribusi 1.679.000 + Titik 3.500.000
Ukuran 2×4 M  : Pajak 4.475.000  + Retribusi 4.380.000 + Titik 3.500.000

Ket:

Pajak Reklame selalu dihitung dari Tgl 1 Januari sd 31 Desember walaupun anda mulai membayarnya di tengah tahun misalkan bulan Juni. Hal ini sekilas membingungkan karena bisa jadi pihak wajib pajak merasa waktunya dipotong. Namun sesuai penjelasan yang kami dapatkan ketika kami tanya hal ini tidak menjadi masalah dan anda bisa tetap melakukan pembayaran di bulan yang sama ketika mulai melakukan pembayaran.

Setelah melakukan pembayaran anda akan mendapatkan lembar SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah), SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah) dan Surat Ijin Reklame yang harus anda simpan aslinya untuk diperlihatkan jika ada pihak yang menanyakan dan buat keperluan perpanjangan pajak berikutnya.

Sebelum Surat Ijin reklame diterbitkan wajib pajak harus memperlihatkan atau menjelaskan terlebih dahulu posisi reklame nantinya serta visual atau desain reklame) untuk mendapatkan Surat Perijinan sekaligus Estimasi Biaya Pajak dan Retribusi jika Ada. Namun jika yakin lokasi pemasangan tidak akan bermasalah bisa juga setelah pemasangan baru mengurus perijinan sekaligus membayar pajak reklamenya.

Tarif pajak diatas tidak mengikat dan tidak resmi. sebagai informasi bahwa tarif diatas diupdate terakhir bulan Juli 2017 sehingga apabila anda melihat informasi waktunya sudah jauh kedepan bisa saja tarif telah beribah. untuk kepastiannya memang tetap harus langsung menanyakan ke kantor dispenda makassar.

Jika Anda ingin mendelegasikan pengurusan pajak reklame anda kepada Advertising Agency yang mengerjakan reklame anda dengan menggunakan NPWPD (Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah) perusahaan anda sendiri atau NPWPD perusahaan agency tersebut. Dan sudah barang tentu anda harus memberikan fee jasa pengurusan yang besarnya sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Hubungi Kami untuk mendapatkan bantuan jasa pembayaran pajak reklame di kota makassar :
IMAGI Creative Studio   
Komplek Marinda Jl. Inspeksi Kanal No. 12 Makassar
HP/WhatsApp : 0813 5596 4151
Email : imagidesign@gmail.com
CP. Pak Taufik

Mengenal Huruf Timbul

Huruf timbul atau ada juga yang menyebutnya Letter Timbul, Letter Sign, Huruf 3 Dimensi dan lain-lain (sesuai istilah yang populer di suatu daerah) adalah salah satu bentuk signage atau penanda tempat yang sangat populer dalam dunia Advertising Outdoor dan menjadi salah satu pilihan Favorit pengguna. Huruf Timbul biasanya berbentuk huruf atau kombinasi huruf dan logo yang berdiri sendiri-sendiri namun membentuk suatu kata atau beberapa kata yang biasanya berupa Nama instansi atau usaha, alamat dan keterangan lainnya.

Jenis Huruf Timbul
Berdasarkan penempatannya :

– Indoor (dalam Ruangan).
Untuk Indoor produk huruf timbul biasanya concern pada detil alias mengutamakan kerapihan karena akan disimak lebih dekat oleh mata orang namun tidak terlalu memperhatikan faktor ketahanan terhadap cuaca

  • Outdoor (Luar ruangan)
  • Untuk Outdoor produk huruf timbul biasanya masih mentolerir ketidakrapihan karena akan disimak dari jarak jauh dimana dari jarak jauh akan tetap kelihatan rapi. Yang penting produk harus kuat dan tahan terhadap cuaca (angin, panas, sinar matahari, hujan) serta dari tangan-tangan jahil .

Berdasarkan Cara Pasangnya :

  • Menempel di Dinding*
  • Menempel di Stand Rangka**
  • Berdiri di Atas Tiang***

Berdasarkan Bahan Dasarnya :

  • Plat Stainless Steel (metal)
    • Stainless Steel Kilap (bisa berkarat dalm jangka waktu lama karena memiki sedikit kandungan besi dibuktikan dengan melengketnya magnet tetapi harga lebih murah). Stainless steel ini terbanyak digunakan karena tampilannya sudah mirip dengan stainless steel mirror dan terutama sekali karena alasan harga terjangkau.
    • Stainless Steel Mirror (tampilannya sedikit lebih putih dan mengkilat daripada stainless steel kilap, tidak melengket magnet (tidak berkarat) tetapi harga lebih mahal).
    • Stainless Steel Hairline. (Tampilanya seperti stainless yang telah diamplas sehingga tidak memantulkan gambar/mengkilat seperti stainless kilap atau mirror.), sifatnya juga stainless murni tanpa campuran besi. Harganya juga semahal stainless steel mirror.
    • Stainless Steel Doff. (Tampilannya lebih buram tanpa efek guratan amplas. Hampir mirip tampilan permukaan plat aluminium)
  • Plat Seng Galvanis (metal)
  • Plat Kuningan (metal)
  • Plat Acrylic (non metal)
  • Kombinasi Plat Metal bahagian samping dan Plat Acrylic bahagian depan.

Berdasarkan Pencahayannya :

  • Bercahaya Bagian Depan Saja (bahan Plat metal bagian samping dan plat acrylic bagian depan)
  • Bercahaya Depan dan Samping (bahan full acrylic bagian samping dan depan, kecuali bagian belakang bisa menggunakan acrylic bisa juga plat metal)
  • Backlite /Cahaya Bias di bagian Belakang Huruf (bahan Plat metal – Stainless maupun galvanis) Lampu ditaruh di dalam huruf menghadap ke dinding sehingga cahayanya akan tampak bias di sekeliling huruf. Cahaya tidak akan tembus ke depan karena sifat metal tidak tembus cahaya. Pada malam hari baik menggunakan bahan stainless maupun galvanis yang telah diwarnai huruf akan sama saja semuanya terlihat hitam/gelap karena efek backlite)

*Cara memasang Huruf Timbul Menempel :

  • Menggunakan Besi beton diameter 6mm (atau disesuaikan dengan beban/ukuran huruf). Pada huruf dibuatkan selongsong untuk memasukkan besi beton yg nanti dijepit supaya tidak lepas dan pada dinding dibuat lubang pas (menggunakan bor beton) untuk memasukkan sisi lain dari besi beton (lihat gambar). Teknik ini diterapkan pada huruf berbahan Plat Metal (Stainless atau Galvanis) dimana bagian belakang huruf harus dibiarkan kopong (tanpa penutup). Biasanya teknik ini untuk huruf Outdoor ataupun Huruf yang bebannya berat yang tidak dapat ditahan dengan lem (akan dibahas di bawah).
  • Menggunakan Siku Plat Aluminium Tebal. Siku ini salah satu sisinya ditempelkan ke di dinding yg sudah dipasangi fischer menggunakan sekrup. Kemudian sisi satunya direkatkan ke Huruf menggunakan Paku Rivet (Rivet Nail) atau bisa juga sekrup. Teknik ini paling kuat memegang huruf diantara teknik lainnya hanya saja kekurangannya kerjaan jadi terlihat kurang bersih karena adanya penampakan paku rivet atau sekrup pada badan huruf walaupun hanya 1 atau 2 tiap huruf. Untuk membukanya harus menggunakan mata bor besi kembali pada paku rivet sehingga relatif aman dari tangan-tangan jahil.
  • Menggunakan Spons padat di belakang huruf lalu direkatkan ke ke dinding menggunakan Lem Fox Kuning. Caranya Lem di olesi ke dinding di area yg bertemu dengan spons padat dan lem juga diolesi ke spons. Setelah kering biasanya kurang lebih 5 sd 10 menit huruf lalu direkatkan ke dinding. Pada saat ini peletakan harus pas karena sudah tidak bisa digeser sangking kuatnya. Memang masih bisa dicabut tapi lumayan keras dan bisa merusak cat temboknya.

Catatan :

Teknik memasang huruf timbul menempel ada beberapa cara. Masing-masing tukang biasanya mempunya teknik favorit tersendiri. Tetapi secara umum yaitu :

  • Menggunakan Mall. Mall adalah posisi penempatan huruf huruf berbentuk cetakan pada karton tebal. Cetakan ini bisa sebagai patokan untuk membuat marking (tanda batas) bisa juga langsung dibolongin dengan memasukkan huruf dalam bolongannya. Penggunaan mall biasanya untuk huruf-huruf yang tidak terlalu besar dan jumlahnya banyak atau area pemasangannya yg tidak terlalu besar.
  • Menyusun huruf terlebih dahulu di lantai dengan cara dibaringkan lalu setelah mendapatkan susunan yang pas maka spasi jarak antara huruf maupun antara kata dan antara baris dicatat sebagai pedoman pada saat pemasangan. Saat pemasangan tukang biasanya membentangkan tali secara horisontal sebagai alat bantu mendapatkan kelurusan.
  • Meminta patokan ukuran spasi antara huruf dan kata serta antara baris dari pihak yang mendesain layout hurufnya dalam hal ini biasanya Advertising yang mengerjakannya.

**Cara memasang Huruf Timbul Menempel  Pada Rangka:

Pada dasarnya sama saja dengan cara menempel pada dinding hanya saja biasanya jika hurufnya tidak terlalu besar alias bisa diangkut dengan mobil maka huruf sudah dipasang terlebih dahulu pada rangka lalu kemudian di lokasi tinggal memasang rangka pada dinding atau pada lantai. Jadi prosesnya pemasangannya di lokasi tidak membutuhkan waktu lama. Tetapi apabila ukurannya tidak memungkinkan dibawa pakai mobil maka rangkanya terlebih dahulu didirikan/dipasang baru kemudian hurufnya.

**Cara memasang Huruf Timbul Berdiri:
Tiang pada huruf bisa dipasang berdiri dengan cara langsung ditanam ke tanah, atau disekrup / dibaut ke lantai semen.

Kesimpulan :
Pada dasarnya dunia teknik dalam Advertising tidak memiliki aturan baku. Setiap orang berhak menggunakan teknik atau caranya sendiri-sendiri. Tetapi secara umum demikian seperti yang kami gambarkan di atas.

Anda Butuh Jasa Pembuatan Huruf Timbul ? Hubungi :
IMAGI Creative Studio  
Alamat : Komplek Marindah Jl. Inspeksi Kanal No. 12, Makassar
HP/WhatsApp : 0813 5596 4151
Email : imagidesign@gmail.com
Cp. pak Taufik

Mengenal Neonbox

Neonbox adalah salah satu bentuk tanda pengenal tempat (Signage) yang umumnya berbentuk Kotak (Box) lalu didalamnya terdapat lampu Neon berbentuk Tube untuk menerangi Bahan Fleksi Vinyl Backlite yg berisi gambar hasil cetakan mesin Digital Printing maupun Bahan Acrylic yang ditempeli stiker khusus Neonbox.

Bentuk Neonbox
Neonbox ada yang berbentuk Segi Empat baik itu memanjang maupun kotak, ada juga berbentuk bundar dan ada juga yang berbentuk khusus mengikuti pola tertentu sesuai permintaan konsumen selama memungkinkan untuk dibuat.

Sisi/Muka Neonbox
Untuk neonbox yang menempel pada gedung atau menggunakan tiang namun gambar atau biasa juga disebut visual nya menghadap ke jalan berarti Neonbox tersebut 1 Sisi alias 1 Muka. Sementara itu untuk Neonbox yang menggunakan tiang biasanya di taruh di sisi Jalan agar mudah terlihat pengendara yang lewat dari kedua arah maka Neonboxnya dibuat 2 Sisi atau 2 Muka. Adapula Neonbox 2 Sisi yang menggantung pada Gedung tapi bukan menghadap ke depan melainkan menyamping.

Bahan Gambar / Visual Neonbox
Ada dua jenis bahan visual neonbox yang umum di Indonesia yakni :

1. Vinyl Backlite ; Ini bahan bersifat seperti lembaran plastik lentur yang agak tebal yang tahan cuaca. Warnanya Putih dan bisa dicetak gambar di atasnya. Selain itu bisa juga ditempeli sticker hasil proses cutting. Vinyl ini ditarik dengan kencang ke semua arah sehingga hasilnya terbentang dengan rata. Jika lampu telah dinyalakan maka gambar yg ada dalam vinyl ini akan terlihat terang. Ukuran lebar bahan Vinyl Backlite maksimal 3,2 Meter. Tetapi ini juga tergantung mesin cetaknya apakah mampu mencetak selebar itu karena mesin cetak digital printing memiliki lebar bermacam-macam. Apabila ukuran neonbox semua sisinya lebih besar dari 3 meter maka solusinya adalah dengan menyambung vinyl tersebut. memang akan ada batas sambungan yg kalau dilihat dalam jarak dekat sepertinya mengganggu akan tetapi seteleah terpasang dan dilihat dari jarak jauh maka sambungan tersebut tidak terlalu nampak.
Kelebihan Bahan Backlite :
– Relatif lebih murah
– Bisa dicetak/Diprint
– Cocok untuk ukuran besar
– Beban kinstruksi Neonbox lebih ringan

Kekurangan Bahan Backlite :
– Bisa sobek bila terkena benda tajam.
– Umur Gambar yang diprint berkisar tidak sampai 2 Tahun akan terlihat mulai pudar. Kecuali apabila dietak di mesin Scitex karena tinta mesin scitex lebih tahan. Bisa hingga 7 tahun. Mesin scitex juga bisa mengeprint 2 sisi backlite sehingga warnanya lebih awat. Ada juga cara lain untuk menambah keawetan backlite yankni dengan cara melapisi printan diatas vinyl backlite dengan Duco Clear.
Catatan : Umur prinan di Backlite biasanya lebih pendek dari bahan backlite itu sendiri. Maksudnya disaat vinyl backlitenya masih kuat namun gambarnya sudah pudar. Memang sungguh disayangkan karena untuk biaya penggantian backlite lumayan besar. Olehnya tanyakan semua aspek terlebih dahulu kepada Vendor yang mengerjakan. Yang jelas semakin berkualitas tentu harga bahan dan pengerjaannya pun semakin lebih.

2. Akrilik (Acrylic)
Akrilik sifatnya seperti plastik tetapi lebih kaku dan licin mengkilat. Akrilik tersedia dalam berbagai warna dan ketebalan. Ketebalannya mulai dari 2mm hingga 20mm (2 cm). Untuk Neonbox umumnya digunakan akrilik berwarna putih susu.. Untuk desain yang berupa huruf saja dan logo berbentuk siluet maka bisa digunakan bahan cutting stiker Oracal atau 3M khusus untuk neonbox yg sifatnya terang jika disinari cahaya (karena ada pula stiker yang bukan peruntukannya untuk neonbox yg justru menjadi lebih gelap jika disinari cahaya). Sementara untuk desain yang ramai dan terdapat gambar foto atau warna gradasi di dalamnya maka digunakan bahan Stiker bening yang dicetak lalu dilaminasi untuk memberikan perlindungan ekstra pada warna gambar di stiker.

Kekurangan bahan akrilik yakni :
– Harga bahan relatif lebih mahal
– Tidak bisa diprint langsung. Mesti menggunakan stiker untuk visualnya
– Bisa pecah apabila kena lemparan batu.
– Tidak bisa untuk ukuran neonbox besar karena sambungan akrilik rentan terhadap resiko patah dan sambungannya bisa terlihat setelah 3 tahunan. Selain itu beban konstruksi jadi berat sehingga menyusahkan saat mobilisasi.

Kelebihan :
– Ketahanan relatif lebih lama hanya saja stiker yg nempel lebih duluan kalah dalam artian lebih duluan pudar apabila stiker print dan lebih cepat terkelupas apabila menggunakan bahan Stiker Cutting. Untuk bahan visual stiker printing ketahanan kurang lebih 3 – 4 tahun sementara untuk bahan stiker cutting bisa mencapai 6-7 tahun.
– Ada kesan berkelas/mewah tersendiri karena bagian putih akan nampak mengkilat. berbeda dengan bahan backlite.

Bahan Rangka Neonbox
Rangka Neonbox umumnya dibuat menggunakan besi siku apabila bahan visualnya vinyl backlite dan menggunakan besi holo apabila bahan visualnya Akrilik. Untuk Plat penutup samping dan belakang (untuk neonbox 1 sisi) biasanya menggunakan plat Aluminium atau Plat Galvalum. Penutup sampingnya ini bisa dibiarkan begitu saja dan bisa pula difinishing duco cat yang sesuai warna depan atau sesuai permintaan konsumen. Yang pasti setiap penamhana pekerjaan pastinya akan berimbas pada penambahan biaya.
untuk sisi-sisi neonbox alias bagian pertemuan antara plat dengan plat atau plat dengan Vinyl maka bisa ditutupi dengan hasil tekukan langsung plat penutup samping (apabila vendor memiliki alatnya) dan apabila tidak punya cara yang paling mudah yakni memakai siku aluminium 1,2 atau 2 cm. Siku aluminium ini nantinya nampak seperti frame bagi gambar neonbox.

Penerangan Neonbox
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa gambar pada neonbox bisa terlihat menyala alias terang karena adanya lampu yg diletakkan sedemikian rupa di belakang gambar. Tentunya lampu-lampu tersebut tidak dapat dilihat karena Nonbox tertutupi oleh bahan visualnya dan plat penutupnya. Tetapi secara umum bahan yang biasanya digunakan untuk penerangan neonbox adalah :
1. Lampu Neon TL (Non LED) ; Ini adalah lampu generasi pertama yang banyak digunakan oleh pembuat Neonbox karena saat itu lampu LED belum tersedia banyak di pasaran dan harganya masih relatif mahal. Kekurangan lampu ini tentu pada konsumsi Watt nya yg lebih besar dibandingkan dengan lampu LED namun kami merasakan lampu ini sedikit lebih terang daripada lampu LED dan putihnya lebih bersih. Ukuran lampu neon ini yakni panjang 120cm untuk yang 36 Watt dan 60cm untuk yang 18 Watt. Untuk menggunakan lampu ini harus menambahkan alat bernama Ballast atau Travo untuk setiap lampunya. Lampu jenis ini bisa digunakan untuk neonbox baik 1 sisi maupun 2 sisi dengan jumlah yg sama saja.

2. Lampu Neon TL LED ; bentuknya sama saja dengan Lampu Neon TUbe non LED yg telah dijelaskan diatas. Namun perbedaannya adalah pada konsumsi listriknya dimana lampu LED mengklaim hemat 50% hingga 80%. Soal ketahanan sama saja dengan Lampu Neon Tube biasa dengan merk yg sama (Philips) yakni 12.000 jam sesuai keterangan di kemasan. Perbedaan lainnya yakni Lampu neon tube LED ini sudah tidak perlu dipasang dengan ballast/travo alias bisa langsung dicolok ke Listrik. Harga lampu neon tube LED ini lebih mahal 30% daripada Lampu Neon TL Biasa

3. Lampu LED Modul
Dalam ranah perlampuan LED ada yang namanya Lampu LED Modul. Lampu LED modul ini bervariasi besar dan bentuknya. Ada yang 1 mata, 2 mata hingga 4 mata. Ada yang mata lampunya kecil ada yg besar. Tapi yang umum digunakan untuk Neonbox khususnya Neonbox 1 sisi adalah lampu led modul besar 3 mata. Ukurannya kira-kira panjang 6,5 cm dan ebar 1,5 cm. Antara modul dihubungkan dengan kabel berukuran panjang sekitar 8cm. Lampu LED Modul ini disusun sedemikian rupa agar menghasilkan cahaya yang merata. Biasanya untuk per meter bujur sangkar membutuhkan sekitar 70an modul lampu. Untuk Neonbox 2 Sisi katanya sekarang sudah ada lampu LED modul yang bisa diletakkan di bagian disamping namun jarak tembaknya hanya maksimal sekitar 1,5 meter sehingga tidak bisa diaplikasikan untuk neonbox berukuran lebih besar. Konsumsi lampu LED modul per modulnya bervariasi dari 1,2 watt hingga 1,5 watt. Dan untuk mengyalakan lampu jenis ini harus melalui Power Supply dengan Ampere yang memadai sesuai jumlah lampu yang ditanggungnya. Apabila langsung dicolok ke listrik maka Lampu Led akan rusak krn hangus.






Catatan


2. Akrilik Putih (Acrylic)

Macam-Macam Neonbox akan kami jelaskan di bawah ini :

Berdasarkan Sisinya :

  1. Neonbox 1 Sisi, Neonbox ini
  2. Neonbox 2 Sisi

Pengertian Signage

Signage adalah istilah dalam bahasa inggris yang merujuk kepada produk produk advertising seperti Neonbox, Billboard, Signage, Papan Bicara, Papan Petunjuk. Rambu-Rambu, Phylon Sign, Huruf timbul dan sebagainya.

Sebelum anda memesan atau membuat suatu produk signage ada baiknya anda mengetahui beberapa aspek terlebih dahulu agar budget yang telah anda keluarkan efektif dan efisien

Signage yang baik ialah yang memenuhi prinsip-prinsip berikut :

  • Cukup Menarik
  • Cukup Ringan namun Kuat
  • Cukup Durable (Tahan Lama)
  • Cukup Fleksibel (mudah dikerjakan dan dibongkar pasang)
  • Bahannya mudah didapatkan

Cukup Menarik
Ini merupakan syarat utama. Buat apa membuat suatu signage kalau tidak menarik. Kemenarikan ini diperlukan agar siapapun yg lewat bisa dicuri perhatiannya sehingga tujuan dari Signage sebagai media petunjuk dan informasi bisa tercapai.

Cukup Ringan namun Kuat
Ini merupakan syarat yang cukup penting karena Signage terkadang ditempatkan di tempat-tempat keramaian di posisi yg tinggi sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan manusia apabila aspek ini diabaikan. Bahan yang kuat tidak selamanya harus berat dan besar. Bahan yang digunakan harus diperhitungkan dengan besar dan kualitas yg ideal sudah bisa tahan terhadap cuaca seperti angin kencang, hujan, dan panas matahari.

Cukup Durable (Tahan Lama)
Di kalangan pelaku advertising sudah dikenal beberapa bahan yg dikenal sangat bagus ketahanannya terhadap cuaca dan cukup tahan lama walaupun memang tidak bisa dinafikan bahwa ada harga ada kualitas alias ada beberapa jenis kualitas bahan yang tersedia di pasaran yg harganya sesuai kualitasnya. Untuk masalah bahan ini silahkan membuka artikel lain yang membahas khusus soal ini.

Cukup Fleksible (mudah dikerjakan dan dibongkar pasang)
Maksudnya adalah sebuah signage sebaiknya mudah dikerjakan proses maintenance nya kelak. Misalnya untuk penggantian lampu apabila suatu saat mau diganti. Penutupnya mudah dilepas. Rangkanya mudah dipasang dan dibongkar jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan sebagainya. Dikarenakan signage ingin dipakai selama mungkin oleh ownernya maka fleksibilitas harus diperhatikan untuk memudahkan pihak-pihak yang akan melakukan maintenance atau perbaikan di kemudian hari.

Bahannya Mudah Didapatkan
Pelaku advertising bisa saja menggunakan bahan premium yang diimport dari luar atau minimal hanya bisa didapatkan di kota besar. Lalu bagaimana jika signage tersebut akan dipasang di daerah terpencil? maka ketika ada perbaikan atau penggantian yang diperlukan akan membutuhkan biaya lebih besar dan waktu lebih lama.